ágætis byrjun er góður endir, good beginning is a good ending

Terbaru

Waiting Them Fallen: WTF EP

Yeah, album pertama proyek Waiting Them Fallen berhasil keluar😎 setelah seminggu mencoba menyempurnakan teknik Fruit Loops, akhirnya 3 lagu berhasil diselesaikan + 1 materi experimental gitar ngasal yang direkam secara live

Ya, secara keseluruhan album ini masih experimental, masih banyak kekurangan di sana-sini, banyak juga tempo yang aneh😛, experimental solo gitar yang tak karuan, dsb… Tapi itulah musik, tak kenal batasan. Jadi, silakan mendownload EP pertama Waiting Them Fallen ini dan mengikuti segala kegilaan yang ada😛

Tracklist
1. Good Start Awkward Ending

2. I’m Waiting You For The Second Time

3. Three Days Of Boredom

4. Experimental Freestyle Improvisational (Including “Laws Of Ijfe” and “Labil”)

Download Here!:

Mediafire: http://www.mediafire.com/?7hcwjyy6iy2wr3c

Drummer-drummer hebat yang mungkin belum anda tahu

Di forum-forum musik, banyak banget bocah-bocah yang buat daftar “10 drummer terhebat” dan kadang saya sendiri kesal karena ada dua drummer, yang menurut saya belum pantas masuk daftar itu, yaitu Travis Barker dan The Rev. Mengapa?? Yeah, they are good, but not that good!! Masih ada drummer lain yang jarang diketahui pecinta musik mainstream yang lebih hebat dari 2 orang itu. Baca kelanjutan halaman ini »

My First Song!

Yeah, setelah mempelajari software Fruit Loops beberapa hari akhirnya saya berhasil mencoba membuat lagu pertama saya yang benar-benar terealisasikan😎. Yak, lagu yang saya buat memakai software Fruit Loops portable tanpa tambahan plugin ini memang sederhana, cuma verse-chorus-verse-chorus-outro, bahkan di bagian outronya ngasal😀.

Lagu berjudul “Good Start, Awkward Ending” ini cuma instrumental biasa, genrenya experimental feel. Yah, jika masih hancur maklumi saja karena ini masih percobaan pertama memakai fruit loops😎

Download here:
http://www.mediafire.com/?37fdzfr6y064ax7

Great Movie From Stanley Kubrick!

Setelah sempat dipuaskan dengan film Harry Potter 7😀, saya kembali dipuaskan dengan film lain, tapi bukan film modern zaman sekarang tentunya😀. Yup, film ini adalah 2001: A Space Odyssey, sebuah masterpiece dari sutradara legendaris Stanley Kubrick. Mendapatkan film ini dari internet perlu sedikit pengorbanan. Dimulai dari mencari orang baik yang memiliki filmnya, mendownload 3 jam lewat rapidshare, dan mencari-cari subtitlenya, dan akhirnya berhasillah saya menonton film yang dianggap sebagai salah satu karya besar science fiction ini! \m/ Baca kelanjutan halaman ini »

Music Sampler v 0.1

Berawal dari keingintahuan teman saya tentang musik-musik progressive, maka saya luangkan sedikit waktu membuat sampler musik-musik progressive, dari era 70-an hingga musik progressive modern. Buat yang ingin mendengarnya, boleh juga download filenya sebesar 154 MB. Mungkin berikutnya akan ada sample yang lebih progressive lagi.

Tracklist:

1. Shine On You Crazy Diamond-Pink Floyd

2. Money-Pink Floyd

3. 21st Century Schizoid Man-King Crimson

4. The Court Of The Crimson King-King Crimson

5. These Walls-Dream Theater

6. The Spirit Carries On-Dream Theater

7. Forty Six & 2-Tool

8. Lateralus-Tool

9. Aqualung-Jethro Tull

10. Thick As A Brick (Radio Edit)-Jethro Tull

11. Fear Of A Blank Planet-Porcupine Tree

12. Way Out Of Here-Porcupine Tree

13. YYZ-Rush14. 2112(Overture-Temples of Styrnx)-Rush

15. Goliath-The Mars Volta

16. L ‘Via L ‘Viaquez-The Mars Volta

Download:
http://www.mediafire.com/?8vfdugms9dtocxa

My Favourite music…

Yah, sekarang saya cuma sekedar mengshare playlist music yang sering didengarkan akhir-akhir ini. Sekalian memberi info beberapa musik yang enak didenger…(setidaknya oleh orang seperti saya :D)

Note: Di playlist ini bakal muncul band-band yang belum pernah anda dengarkan sebelumnya… Baca kelanjutan halaman ini »

Magma, band yang memakai bahasa sendiri

Buat penggemar progressive rock, ada yang kenal band MAGMA dari Perancis ini? Band yang dibuat oleh drummer, vokalis, dan komposer Christian Vander ini dikenal sebagai band pertama yang menggunakan bahasa sendiri di lagu-lagu mereka. Bahasa Kobaia, bahasa yang dipakai adalah bahasa yang dibuat oleh Christian Vander sendiri sebagai bahasa utama dari lagu-lagu Magma. Bahasa Kobaia ini dipakai sejak album pertama, Magma/Kobaia, yang bercerita entang bangsa alien Kobaia yang lari ke bumi, album-album Magma selanjutnya, menceritakan kisah bangsa Kobaia di bumi.  Bahasa Kobaia tak pernah secara resmi ditranslasikan, dan di setiap albumnya, hanya diberi cerita tentang album tersebut dalam bahasa Perancis. Genre musik Magma ini juga disebut Zeuhl (bahasa Kobaia yang artinya “celestial” dalam bahasa Inggris), dan musik Magma sendiri juga mengandung unsur Jazz dari John Coltrane maupun progressive rock sendiri. Magma menginspirasi drummer Yoshida Tatsuya untuk membuat band Zeuhl Kōenji Hyakkei dan Ruins, yang menggunakan bahasa sendiri juga namun bahasanya tidak serapih dan sestruktur bahasa Kobaia. Band post-rock islandia, Sigur Ros juga menggunakan bahasa sendiri yang mereka sebut Hopelandic (Vonlenska) yang dibuat oleh vokalis dan gitaris Jonsi, namun bahasa Hopelandic sendiri juga hanya bahasa yang tidak serapih bahasa Kobaia.

Post-Rock

Akhir-akhir ini, untuk melepas rasa lelah karena mengurus kepanitiaan, dan merenungi nasib yang tak kunjung dapat pacar (?) saya mulai menyukai lagu-lagu bergenre post-rock untuk menemani kegalauan saya saat ini, dan meninggalkan lagu-lagu galau barat dan dalam negeri yang biasanya menemani saya di saat galau.

Mungkin akan ada yang bertanya, genre seperti apakah post-rock? Ya, memang genre ini masih jauh dari dunia mainstream dan tidak banyak orang yang mendengarnya. Post-rock adalah genre yang berbeda dengan rock, tapi lagu-lagunya dimainkan dengan instrumen musik rock macam gitar, bas, dan drum namun harmoni, musik, dan suara yang dihasilkan tidak seperti lagu-lagu rock pada umumnya.

Do Make Say Think

Mogwai, pencetus post-rock modern

Sigur Ros

Rata-rata lagu post-rock mengutamakan pada harmoni instrumen musiknya daripada vokal, oleh karena itu kebanyakan band post-rock adalah band instrumental. Sound post-rock juga mengkombinasikan genre-genre lainnya, seperti ambient, jazz, dan electronica, sehingga menghasilkan sound-sound yang berbeda dan kadang minimalis.

Istilah Post-rock pertama kali digunakan untuk mendeskripsikan band Tortoise dan Bark Psychosis, namun sejak era 60-an, musik-musik yang mirip dengan post-rock sudah ada, seperti yang ditunjukkan The Velvet Underground, band-band Krautrock, dan Public Image Ltd. di tahun 70-an. Post-rock yang sesungguhnya di era 90-an memilki sound yang berbeda dengan post-rock yang populer sekarang ini. Band post-rock generasi pertama seperti Tortoise, Talk Talk, dan Bark Psychosis memasukkan genre-genre musik lain seperti yang disebutkan diatas. Namun Mogwai, band instrumental rock juga disebut post-rock oleh media. Musik Mogwai yang mempunyai konsep quiet/loud sound, pola lagu yang unkonvensional (tidak verse-chorus-verse), menjadi dasar bagi band-band post rock modern sekarang ini. Sekarang ini, band post-rock yang cukup populer adalah Sigur Ros, Mogwai, Godspeed You! Black Emperor, Mono, Explosions In The Sky, dan Do Make Say Think.

 

 

Film yang paling kasar judulnya

 

Film F*CK karya Steve Anderson adalah sebuah film dokumenter tentang penggunaan kata “f*ck” dalam kehidupan sosial, politik, dan penggunaannya dalam seni dan budaya. Dalam film ini, ada banyak komentar tentang kata “f*ck” dari berbagai kelas masyarakat di AS. Di dalam film ini juga terdapat beberapa cuplikan tentang penggunaan kata “f*ck” yang terkenal dalam sejarah, seperti dalam film dan aksi demonstrasi.

Yang membuat film ini heboh adalah, penggunaan kata “f*ck” sebanyak 824 kali atau 8.86 kali diucapkan dalam 1 menit!

Ini merupakan rekor tersendiri dalam dunia film, dimana sebelumnya kata “f*ck” paling banyak digunakan dalam film Nil By Mouth sebanyak 470 kali. Penggunaan kata “f*ck” ini jauh lebih banyak dibanding film-film gangster yang kita kenal kasar seperti Goodfellas, Reservoir Dogs, ataupun Pulp Fiction.

Eyeshield 21 di Dunia Nyata

Kita pasti tahu tentang eyeshield 21 kan?

Tokoh utama Manga dan Anime Eyeshield 21, yang diceritakan merupakan Running Back American Football bertubuh kecil dan lemah, namun memiliki kecepatan luar biasa. Ternyata dalam American Football yang asli di NFL, ada pemain yang bisa dikatakan mirip dengan Eyeshield 21, dan merupakan inspirasi untuk membuat Eyeshield 21, yaitu Marshall Faulk dan Ladainian Tomlinson. Baca kelanjutan halaman ini »