ágætis byrjun er góður endir, good beginning is a good ending

Theremin, alat musik yang tak perlu disentuh untuk dimainkan

Theremin adalah sebuah alat musik elektronik kuno, yang ditemukan pada tahun 1919, dan masih dipakai hingga kini.

Diantara semua alat musik, Theremin ini cukup unik, karena untuk memainkannya tidak diperlukan kontak fisik secara langsung oleh pemainnya, jadi pemain Theremin cukup melambaikan tangannya diatas Theremin. Begini cara orang memainkan Theremin:

meski tanpa sentuhan, bunyi yang dihasilkan Theremin cukup unik:

dalam video itu bisa dilihat, bahwa pemain Theremin hanya menggerakkan tangannya untuk membuat bunyi dari Theremin. Bagaimana cara kerjanya? Ini penjelasannya:

Secara simpel, prinsip kerja Theremin adalah melalui frekuensi radio yang dihasilkan oleh antena pada Theremin dan kapasitor variabel yang menghasilkan frekuensi itu. Pada Theremin terdapat 2 frekuensi, dimana yang satu untuk mengatur pitch atau untuk memainkan nadanya, dan yang satu untuk mengatur volume. Gerakan tangan di dekat antena yang mengatur  frekuensi mengubah sirkuit-sirkuit pada Theremin, yang kemudian mengontrol sinyal suara untuk disalurkan ke speaker. Cara kerjanya mirip dengan metal detector dan remote TV, yang dimana sinyal ke TVnya akan terganggu jika ada penghalang di jalur sinyal tersebut, jika bingung dengan penjelasan diatas, prinsip Theremin ini seperti prinsip remote TV. Sedangkan badan pemain menjadi jalur elektrostatis dengan tanah.

Cara kerjanya cukup rumit, dan mengingat alat musik ini dibuat pada tahun 1919, hal ini cukup menakjubkan di kala itu. Theremin banyak digunakan di film-film lama, dan kadang juga untuk orkestra maupun untuk lagu-lagu komersial.

Sebagai penutup:

2 responses

  1. Wah bagus y alat musiknya. .

    http://allfine.wordpress.com

    21 April 2010 pukul 8:38 AM

  2. SRI'K

    WAH……UNIK JGA YAW ALAT MUSIK’Y,,,,,, JDI PNGEN NEY GAN ,,HEHEHEHEHEHE THNKZ ATAS INFONYA YAW GAN,,HEHEHEHHE

    29 Juli 2010 pukul 10:52 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s