ágætis byrjun er góður endir, good beginning is a good ending

Magma, band yang memakai bahasa sendiri

Buat penggemar progressive rock, ada yang kenal band MAGMA dari Perancis ini? Band yang dibuat oleh drummer, vokalis, dan komposer Christian Vander ini dikenal sebagai band pertama yang menggunakan bahasa sendiri di lagu-lagu mereka. Bahasa Kobaia, bahasa yang dipakai adalah bahasa yang dibuat oleh Christian Vander sendiri sebagai bahasa utama dari lagu-lagu Magma. Bahasa Kobaia ini dipakai sejak album pertama, Magma/Kobaia, yang bercerita entang bangsa alien Kobaia yang lari ke bumi, album-album Magma selanjutnya, menceritakan kisah bangsa Kobaia di bumi.  Bahasa Kobaia tak pernah secara resmi ditranslasikan, dan di setiap albumnya, hanya diberi cerita tentang album tersebut dalam bahasa Perancis. Genre musik Magma ini juga disebut Zeuhl (bahasa Kobaia yang artinya “celestial” dalam bahasa Inggris), dan musik Magma sendiri juga mengandung unsur Jazz dari John Coltrane maupun progressive rock sendiri. Magma menginspirasi drummer Yoshida Tatsuya untuk membuat band Zeuhl Kōenji Hyakkei dan Ruins, yang menggunakan bahasa sendiri juga namun bahasanya tidak serapih dan sestruktur bahasa Kobaia. Band post-rock islandia, Sigur Ros juga menggunakan bahasa sendiri yang mereka sebut Hopelandic (Vonlenska) yang dibuat oleh vokalis dan gitaris Jonsi, namun bahasa Hopelandic sendiri juga hanya bahasa yang tidak serapih bahasa Kobaia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s